Lanjut ke konten

Desalinasi Air Laut

April 16, 2012

Pengertian Desalinasi adalah merubah air laut menjadi air tawar. Desalinasi sendiri berasal dari kata bahasa inggris “saline” yang berarti garam, dan desalination anonym dari kata tersebut.

Merubah air laut yang mepunyai kadar garam tinggi menjadi air tawar bukanlah hal yang mustahi untuk dilakukan,ada beberapa metode untuk melakuka desalinasi air laut :

  • Vacuum Destillation

secara sederhana desalinasi dapat dilakukan dengan metode vacuum distillation prinsipnya memanaskan air laut sehingga menghasilkan uap air yang selanjutnya dikondensasi untuk menghasilkan air bersih.

  • Reverse Ormosis

Prinsip metode ini adalah menembakkan atau mendesak air laut agar melalui membran2 semi permeable untuk memisahkan kandungan garam. Dan metode ini merupakan metode yang paling umum digunakan untuk melakukan desalinasi skala besar.

 

 

 

 

 

 

Banyak sekali negara2 yang menggunakan metode RO (Reverse Ormosis) ini untuk mengatasi supply air bersih untuk penduduk di negaranya. Seperti Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Inggris, Israel dan beberapa Negara lainnya. Project terbesar untuk Desalinasi air laut saat ini berada di San Diego County-California, di sini memproduksi Air tawar sekitar 50jt Galon atau 185.000m³/Hari  untuk mensuplai 300.000 kk.

Di Indonesia sendiri terutama di Bali, hal ini merupakan solusi untuk mengatasi krisis air bersih di Bali. Mengingat Bali merupakan tujuan wisata Internasional dan banyak Hotel-Hotel Berskala internasional mengalami krisis air bersih, krn PDAM Denpasar,Badung,Gianyar dst(Perusahaan Air Minum Daerah) kekurangan sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Maka umumnya Hotel-hotel tersebut membuat sumur produksi untuk pengambilan air bawah tanah, hal ini merupakan solusi yang memungkinkan bagi Hotel yang berada pada daerah yang kaya akan air bawah tanah tapi tidak demikian halnya bagi Hotel-hotel yang berada di kawasan Jimbaran, Uluwatu, dan Nusa Dua. Karena air bawah tanah yang berada di kawasan ini sangat minim. Maka metode Saline Water Reverse Ormosis  adalah solusi yang tepat untuk mengatasi krisis air bersih di kawasan ini.

Pengadaan Sumur Bor Bali Tropical Villas – Canggu

April 3, 2012

Pengadaan 1 titik sumur bor ( deep well ) untuk Bali Tropical Villas di Canggu Bali.

Spesifikasi konstruksi

  • Diameter sumur      : 6inches
  • Kedalaman sumur  : 60meters
  • Kualitas air                : Air Tawar (standar air bersih)
  • Debit air                      : 15m³/jam

Pengadaan Sumur Bor untuk AYODYA HOTEL Nusa Dua – Bali

Desember 16, 2011

Pengadaan 3 titik sumur bor ( deep well ) untuk Ayodya Hotel and Resort di Nusa Dua Bali.

Spesifikasi konstruksi

  • Diameter sumur      : 12inches to 10inches
  • Kedalaman sumur  : 40meters
  • Kualitas air                : Air Laut (salinitas 33.000ppm)
  • Debit air                      : 50m³/jam

Pengadaan Sumur Bor untuk Villa Bella Developer

September 28, 2011

Pengadaan konstruksi Sumur Bor Villa Bella Developer jl. Pantai Geger nusa dua – Bali

Spesifikasi Sumur :

  • Diameter Sumur 6 inci
  • Kedalaman 20 meter
  • Garansi Air tawar
  • Debit air 15m³/jam

Pengadaan Sumur bor Rafting area di Bongkasa Bali

Juli 11, 2011

Pengerjaan sumur bor untuk Rafting Company di Tegal kuning – Bongkasa – Abian Semal – BALI.

Spesifikasi Sumur bor :

  • Diameter Sumur 5 inci
  • Kedalaman Sumur 100 meter
  • Kapasitas air 1,5liter/detik
  • Air tawar
pengerjaan sumur bor

Pengerjaan sumur bor

Pengertian Air Tanah

Juli 4, 2011

Banyak kesalahfahaman dalam masalah ini. Banyak orang secara umum menganggap airtanah itu sebagai suatu danau atau sungai yang mengalir di bawah tanah. Padahal, hanya dalam kasus dimana suatu daerah yang memiliki gua dibawah tanahlah kondisi ini adalah benar. Secara umum airtanah akan mengalir sangat perlahan melalui suatu celah yang sangat kecil dan atau melalui butiran antar batuan

(Model aliran airtanah melewati rekahan dan butir batuan)

Batuan yang mampu menyimpan dan mengalirkan airtanah ini disebut dengan akifer. Bagaimana interaksi kita dalam penggunaan airtanah? Yang alami adalah dengan mengambil airtanah yang muncul di permukaan sebagai mataair atau secara buatan. Untuk pengambilan airtanah secara buatan, mungkin analogi yang baik adalah apabila kita memegang suatu gelas yang berisi air dan es. Apabila kita masukkan sedotan, maka akan terlihat bahwa air yang berada di dalam sedotan akan sama dengan tinggi air di gelas. Ketika kita menghisap air dalam gelas tersebut terus menerus pada akhirnya kita akan menghisap udara, apabila kita masih ingin menghisap air yang tersimpan diantara es maka kita harus menghisapnya lebih keras atau mengubah posisi sedotan. Nah konsep ini hampirlah sama dengan teknis pengambilan airtanah dalam lapisan akifer (dalam hal ini diwakili oleh es batu) dengan menggunakan pompa (diwakili oleh sedotan)
Hal yang menarik, jika kita tutup permukaan sedotan maka akan terlihat bahwa muka air di dalam sedotan akan berbeda dengan muka air didalam gelas. Perbedaan ini akan mengakibatkan pergerakan air. Sama dengan analogi ini, airtanahpun akan bergerak dari tekanan tinggi menuju ke tekanan rendah. Perbedaan tekanan ini secara umum diakibatkan oleh gaya gravitasi (perbedaan ketinggian antara daerah pegunungan dengan permukaan laut), adanya lapisan penutup yang impermeabel diatas lapisan akifer, gaya lainnya yang diakibatkan oleh pola struktur batuan atau fenomena lainnya yang ada di bawah permukaan tanah. Pergerakan ini secara umum disebut gradien aliran airtanah (potentiometrik). Secara alamiah pola gradien ini dapat ditentukan dengan menarik kesamaan muka airtanah yang berada dalam satu sistem aliran airtanah yang sama.
Mengapa pergerakan atau aliran airtanah ini menjadi penting? Karena disinilah kunci dari penentuan suatu daerah kaya dengan airtanah atau tidak. Perlu dicatat : tidak seluruh daerah memiliki potensi airtanah alami yang baik.
Model aliran airtanah itu sendiri akan dimulai pada daerah resapan airtanah atau sering juga disebut sebagai daerah imbuhan airtanah (recharge zone). Daerah ini adalah wilayah dimana air yang berada di permukaan tanah baik air hujan ataupun air permukaan mengalami proses penyusupan (infiltrasi) secara gravitasi melalui lubang pori tanah/batuan atau celah/rekahan pada tanah/batuan.

(Model siklus hidrologi)

Proses penyusupan ini akan berakumulasi pada satu titik dimana air tersebut menemui suatu lapisan atau struktur batuan yang bersifat kedap air (impermeabel). Titik akumulasi ini akan membentuk suatu zona jenuh air (saturated zone) yang seringkali disebut sebagai daerah luahan airtanah (discharge zone). Perbedaan kondisi fisik secara alami akan mengakibatkan air dalam zonasi ini akan bergerak/mengalir baik secara gravitasi, perbedaan tekanan, kontrol struktur batuan dan parameter lainnya. Kondisi inilah yang disebut sebagai aliran airtanah. Daerah aliran airtanah ini selanjutnya disebut sebagai daerah aliran (flow zone).
Dalam perjalananya aliran airtanah ini seringkali melewati suatu lapisan akifer yang diatasnya memiliki lapisan penutup yang bersifat kedap air (impermeabel) hal ini mengakibatkan perubahan tekanan antara airtanah yang berada di bawah lapisan penutup dan airtanah yang berada diatasnya. Perubahan tekanan inilah yang didefinisikan sebagai airtanah tertekan (confined aquifer) dan airtanah bebas (unconfined aquifer). Dalam kehidupan sehari-hari pola pemanfaatan airtanah bebas sering kita lihat dalam penggunaan sumur gali oleh penduduk, sedangkan airtanah tertekan dalam sumur bor yang sebelumnya telah menembus lapisan penutupnya.
Airtanah bebas (water table) memiliki karakter berfluktuasi terhadap iklim sekitar, mudah tercemar dan cenderung memiliki kesamaan karakter kimia dengan air hujan. Kemudahannya untuk didapatkan membuat kecenderungan disebut sebagai airtanah dangkal (Padahal dangkal atau dalam itu sangat relatif ).
Airtanah tertekan/ airtanah terhalang inilah yang seringkali disebut sebagai air sumur artesis (artesian well). Pola pergerakannya yang menghasilkan gradient potensial, mengakibatkan adanya istilah artesis positif ; kejadian dimana potensial airtanah ini berada diatas permukaan tanah sehingga airtanah akan mengalir vertikal secara alami menuju kestimbangan garis potensial khayal ini. Artesis nol ; kejadian dimana garis potensial khayal ini sama dengan permukaan tanah sehingga muka airtanah akan sama dengan muka tanah. Terakhir artesis negatif ; kejadian dimana garis potensial khayal ini dibawah permukaan tanah sehingga muka airtanah akan berada di bawah permukaan tanah.

Jadi, kalau tukang sumur bilang bahwa dia akan membuat sumur artesis, itu artinya dia akan mencari airtanah tertekan/airtanah terhalang ini.. belum tentu airnya akan muncrat dari tanah.

 

sumber : dongeng geologi

Pengadaan Sumur Bor 3VReningBay Villas and Apartement

Juni 14, 2011

Saat ini Tony Workers sedang mengerjakan pembuatan sumur bor untuk Condotel di Negara – Bali.

3VReningBay Location

Client : VIVALAVI  HOLDING  GROUP

Spesifikasi sumur

  • Diameter sumur 6 inci
  • kedalaman sumur 60 m
  • kapasitas air 15m³/jam
  • Air tawar
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.